Wednesday, 6 March 2024

KEISTIMEWAAN

Sumber : renunganharian.net

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : KIS. PR. RASUL 4:1-22
Setahun : Ulangan 21-23

KEISTIMEWAAN
"Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kis. Pr. Rasul 4:12)

Apa keistimewaan agama Anda? Pertanyaan itu dilontarkan Kepala Kanwil Depdikbud di suatu daerah ketika upacara berlangsung puluhan tahun silam. Pesertanya adalah para kepala sekolah seluruh kota itu. Seorang kepala sekolah Kristen lalu berseru dengan suara nyaring mengutip ayat di atas. Sang kepala sekolah di kemudian hari lalu bercerita kepada rekannya, bahwa saat itu dia merasa mati pun dia rela. Namun, yang terjadi justru sang Kepala Kanwil Depdikbud setempat memuji jawabannya.

Banyak orang kristiani percaya bahwa keselamatan ada di semua keyakinan. “Banyak jalan menuju Roma” adalah pepatah yang sering dikutip. Sebetulnya tidak demikian halnya. Oleh nama Yesus itulah, Petrus dan Yohanes ditangkap dan diadili. Padahal Petrus baru saja menyembuhkan orang yang lumpuh kakinya sejak lahir dalam nama Yesus. Petrus dan Yohanes diancam untuk tidak lagi berbicara atas nama Yesus. Namun, mereka menjawab dengan berani bahwa mereka mau lebih taat kepada Allah. Mereka bersama teman-temannya pun berdoa dan justru semakin berani memberitakan firman Tuhan.

Sama seperti para rasul, kita adalah orang-orang yang tidak sempurna. Namun, oleh belas kasihan Allah, kita bisa percaya kepada-Nya dan hidup kita diselamatkan oleh Yesus Kristus. Itu sama sekali bukan oleh jasa maupun perbuatan baik kita (Ef. 2:8-9). Tetapi kita diharapkan tidak berdiam diri. Kita perlu memberitakan firman-Nya, tentu dengan hikmat. Juga dengan tetap bersikap hormat kepada penganut keyakinan yang berbeda.



KEISTIMEWAAN KEKRISTENAN ADALAH KESELAMATAN YANG DIBERIKAN HANYA OLEH YESUS KRISTUS


Tuesday, 5 March 2024

Hikmat yang Membalikkan

Sumber : alkitab.mobi

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : Markus 12:13-17
Setahun : Ulangan 17-20

Hikmat yang Membalikkan
TB: Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. | Markus 12:13 (TB)



Nas yang kita baca sering dipakai untuk menjelaskan mengapa orang Kristen perlu membayar pajak kepada negara. Hal itu karena Yesus mengajarkannya demikian. Kalau begitu, apakah Yesus mendukung penjajahan yang penuh dengan ketidakadilan, seperti yang dilakukan oleh Kekaisaran Romawi terhadap bangsa Israel? Ayat ini tidak membicarakan hal itu, tetapi ini juga tidak serta-merta berarti kita mengajar orang percaya untuk tidak membayar pajak.

Jawaban Yesus merupakan argumentasi terhadap beberapa orang Farisi dan pendukung Herodes yang dikirim oleh para pemuka agama untuk menjatuhkan Yesus (13). Mereka mencoba menggunakan kelompok orang Farisi yang bergerak di akar rumput untuk menjatuhkan lawannya. Padahal, sejatinya para imam kepala tidak memiliki relasi yang cukup baik dengan orang Farisi, tetapi sepertinya mereka bisa berbaikan demi menjatuhkan Yesus yang mengancam kekuasaan kedua kelompok.

Kita melihat kemunafikan melalui pujian orang Farisi kepada Yesus yang sejatinya hanya menyembunyikan maksud jahat (14a). Mereka mau memojokkan Yesus dengan pertanyaan yang apa pun jawabannya akan menyulitkan Yesus (14b). Apakah Ia harus membayar pajak kepada kaisar? Jawaban "tidak" akan membuat Yesus berhadapan dengan kekuasaan Romawi dan dianggap pemberontak. Sebaliknya, jawaban "ya" akan mengecewakan orang banyak karena Yesus dianggap mendukung penjajahan.

Rupanya jawaban Yesus melampaui kedua hal ini: "Berikanlah milik Kaisar kepada Kaisar dan milik Allah kepada Allah!" (17). Jawaban Yesus tak bisa dijadikan senjata karena Ia tetap membayar pajak. Yesus juga tidak dapat dituduh telah mendukung penjajahan karena yang diberikan adalah apa yang menjadi hak kaisar.

Oleh karena itu, kita perlu meminta hikmat dari Allah dan melatih diri untuk dapat berhadapan dengan orang-orang jahat yang dengan kecerdasannya berusaha membelokkan kebenaran. Hikmat membantu kita untuk peka terhadap kejahatan berkedok agama. [JHN]


Monday, 4 March 2024

SUKACITA SURGA

Sumber : renunganharian.net

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : LUKAS 15:1-10
Setahun : Ulangan 14-16

SUKACITA SURGA
"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." (Lukas 15:7)

Pada umumnya orang merasakan sukacita saat mendapatkan berkat materi, kesehatan, jodoh, promosi dan berbagai berkat jasmani lainnya.

Yesus mengatakan sukacita yang lain. Dia memberikan perumpamaan tentang domba yang hilang; gembala mempunyai seratus ekor domba dan jika kehilangan seekor, ia meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor dan pergi mencari yang sesat itu. Kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, setibanya di rumah ia mengajak sahabat dan tetangganya bersukacita bersamanya sebab domba yang hilang telah ditemukan. Yesus berkata, demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat. Yesus melanjutkan dengan perumpamaan senada tentang perempuan yang memiliki sepuluh dirham. Yesus mengakhiri dengan mengatakan hal yang sama, demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

Alkitab tidak menyatakan ada sukacita di surga saat manusia mendapatkan berkat materi dan jasmani. Karena itu, kita jangan hanya terbeban untuk mengejar dan bersukacita atas berkat-berkat materi dan jasmani. Terlebih kita harus berjuang dan memiliki beban yang sungguh terhadap jiwa-jiwa yang terhilang; dengan mendoakan orang berdosa berbalik dari dosanya, bersaksi melalui perkataan dan terlebih melalui sikap hidup kita untuk menjangkau jiwa-jiwa terhilang. Pada saat jiwa-jiwa terhilang ditemukan kembali, inilah sukacita sesungguhnya yang Tuhan kehendaki, sehingga menimbulkan sukacita di surga.



BERSUKACITALAH ATAS PERTOBATAN ORANG BERDOSA, BUKAN HANYA ATAS BERKAT MATERI DAN JASMANI


Sunday, 3 March 2024

Bermain Aman

Sumber : alkitab.mobi

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : Markus 11:27-33
Setahun : Ulangan 11-13

Bermain Aman
TB: Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, | Markus 11:27 (TB)



Ketika kekuasaan seseorang terancam, biasanya ia akan melakukan apa saja untuk mengamankannya, termasuk mencari celah untuk menjatuhkan lawannya. Akan tetapi, jika yang dilakukan malah berbalik membahayakan dirinya, dia akan bermain aman dengan menghentikan serangannya atau bahkan berusaha berdamai dengan sang lawan.

Inilah yang dilakukan oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua. Mereka ingin menjatuhkan Yesus dengan mempertanyakan otoritas dari kuasa Yesus (27-28). Mereka sudah mengumpulkan informasi mendetail, dan menemukan bahwa tidak ada tokoh rabi ternama dan berotoritas yang menahbiskan Yesus.

Dengan bertanya, mereka mau menegaskan di depan khalayak ramai bahwa Yesus hanyalah orang biasa yang tidak terdidik, maka Dia tidak perlu dipercaya. Dengan demikian, segala perbuatan-Nya yang menyembuhkan orang sakit, membersihkan Bait Allah, dan mengajar tidak dapat diterima.

Jawaban Yesus melalui pertanyaan retoris justru membuat mereka terpojok sendiri (29-30). Pertanyaan Yesus akan asal otoritas dari kuasa Yohanes Pembaptis justru menyudutkan mereka karena apa pun jawabannya mereka hanya akan merugikan posisi mereka sendiri (31). Jelas mereka juga tidak suka dengan Yohanes yang mencerca dan mengancam kekuasaan mereka. Namun, pada saat yang sama, mereka juga takut karena tahu bahwa Yohanes Pembaptis memiliki banyak pengikut (32). Membantah otoritasnya juga akan merugikan kelompok mereka sendiri.

Jadi, mereka memilih untuk bermain aman demi kekuasaan yang tetap kuat dan stabil, meskipun mereka harus menyangkal kebenaran dan pura-pura tidak tahu. Terlihat bahwa sejatinya mereka hanya mau melayani diri dan kelompok mereka saja.

Hati-hatilah ketika yang menjadi fokus kita pada setiap waktu adalah mengamankan posisi, entah dengan cara menyerang orang lain atau bermain aman. Jujurlah kepada teman dan mintalah mereka untuk mengingatkan kita, juga mintalah Roh Kudus untuk menuntun kita. [JHN]


Saturday, 2 March 2024

PEMERAN DI BALIK LAYAR

Sumber : renunganharian.net

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : KIS. PR. RASUL 9:26-30
Setahun : Ulangan 9-10

PEMERAN DI BALIK LAYAR
Namun, Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul serta menceritakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara kepadanya dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. (Kis. Pr. Rasul 9:27)

Seorang ibu mengundang pak pendeta berkhotbah di rumahnya. Di sana berkumpul 20 pemuda berandalan. Usai berkhotbah, semua bertobat. “Anda luar biasa,” puji rekannya “Kau salah,” ucap beliau, “yang luar biasa adalah ibu pemilik rumah.” Selama 3 bulan setiap akhir pekan si ibu mengundang pemuda-pemuda itu makan di rumahnya. Lama-kelamaan mereka merasakan kehangatan. Tidak heran saat Injil disampaikan, mereka mau menerima. Rupanya, ada pemeran di balik layar.

Petrus dan Paulus, keduanya sosok penginjil luar biasa. Usai Petrus berkhotbah, 3.000 orang bertobat (Kis. 2:41). Demikian juga Paulus, sangat banyak jiwa dibawanya mengenal Kristus. Tidak hanya orang Yahudi, tetapi juga bangsa-bangsa lain (1Kor. 9:20-21). Faktanya, kesuksesan Petrus dan Paulus tidak lepas dari pemeran di balik layar. Petrus mungkin tidak tampil jika Andreas, saudaranya, tidak membawanya kepada Yesus (Yoh. 1:41-42). Sementara Paulus, kiprahnya ialah atas bantuan Barnabas. Memang, Paulus sudah bertobat sesudah dilawat secara pribadi oleh Yesus (Kis. 9:3-6). Si penganiaya jemaat menjadi penginjil. Namun, masa lalu Paulus tidak serta-merta dapat terlupakan. Murid-murid semua ketakutan kepadanya. Barnabas meyakinkan murid-murid jika Paulus sungguh-sungguh bertobat (ay. 27). Alhasil, mereka dapat menerima Paulus. Barnabas membuka pintu penginjilan bagi Paulus.

Hampir setiap kesuksesan muncul dikarenakan jasa pemeran di balik layar. Tampaknya bantuan mereka sederhana, tetapi jika tanpa orang-orang itu, keberhasilan tidak mungkin dapat digenggam. Apabila kesuksesan sekarang kita raih, jangan lupakan para pemeran di balik layar.



DI SAAT SUDAH BERJAYA, JANGAN LUPAKANORANG-ORANG YANG PERNAH BERJASA


Friday, 1 March 2024

Rohaniwan Perampok

Sumber : alkitab.mobi

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : Markus 11:15-19
Setahun : Ulangan 7-8

Rohaniwan Perampok
TB: Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, | Markus 11:15 (TB)



Institusi agama kerap dijadikan ladang subur untuk mendapat keuntungan pribadi. Sudah banyak kisah mereka yang kecewa karena dimanfaatkan oleh tokoh agama atas nama pelayanan, kasih, atau Tuhan. Pelakunya sudah pasti mereka dengan jabatan yang cukup terpandang di dalam institusi agama, karena merekalah yang berkuasa untuk memengaruhi banyak orang.

Pemanfaatan ini juga terjadi di Bait Allah. Sejatinya, Bait Allah didesain untuk menjadi rumah doa, bukan hanya bagi orang Yahudi, tetapi bagi segala bangsa termasuk orang non-Yahudi (lih. Yes. 56:7). Hal ini jelas sekali terlihat dalam doa Salomo ketika ia mendirikan Bait Allah. Betapa ia rindu agar bangsa-bangsa asing datang berdoa dan Tuhan mendengarkan doa mereka (1Raj. 8:41-43). Tak mengherankan, di dalam desain Bait suci ada bagian yang terbesar bernama pelataran orang Gentile -halaman bagi orang non-Yahudi untuk berdoa.

Kita melihat kebesaran anugerah Allah yang rindu untuk memberkati segala bangsa. Ironisnya, oleh para pemimpin agama pada masa itu, tempat ini justru digunakan untuk perdagangan yang tidak jujur dan adil, sampai-sampai Yesus menyebutnya sebagai perampokan (17), bahkan atas nama ibadah.

Orang Yahudi diaspora yang harus menukar uang dan membeli merpati dilihat oleh pemimpin agama sebagai kesempatan untuk memperkaya institusi dan diri mereka. Akibatnya, orang-orang bangsa lain tidak dapat beribadah kepada Allah dan menikmati anugerah Allah yang juga dijanjikan bagi mereka. Jelaslah Yesus marah dan meneriakkan kembali akan perlunya pemurnian Bait Allah. Peristiwa ini makin mempertegas misi yang harus dilakukan Mesias.

Jika kita tidak berhati-hati, kita dapat melakukan tindakan yang sama seperti yang dilakukan oleh para pemimpin agama Yahudi, apalagi ketika kita memiliki jabatan dan memegang kekuasaan. Marilah kita minta Tuhan selalu memurnikan hati kita agar kita tidak menjadi para rohaniwan perampok, melainkan melalui kita, gereja tetap menjadi rumah doa untuk semua orang. [JHN]


Thursday, 29 February 2024

Berbuahlah! Jangan Hanya Berdaun!

Sumber : alkitab.mobi

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : Markus 11:12-14
Setahun : Ulangan 5-6

Berbuahlah! Jangan Hanya Berdaun!
TB: Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. | Markus 11:12 (TB)



Mengapa pohon ara dikutuk Yesus? Apa salahnya?

Setelah keluar dari Betania, dalam perjalanan kembali ke Yerusalem, Yesus merasa lapar (12), dan Ia melihat pohon ara. Karena pohon itu sudah berdaun, Yesus melihat kalau-kalau buahnya sudah muncul, tetapi Ia tidak menemukan apa pun (13). Maka, Yesus mengatakan kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" (14).

Yesus dan para murid mengetahui bahwa saat itu memang bukan musim buah ara. Namun, pada umumnya pohon ara berdaun dan berbuah pada saat yang bersamaan.

Daun pohon ara yang dilihat Yesus dari kejauhan seharusnya menandakan bahwa pohon itu sudah memiliki buah, tetapi nyatanya hanya daun yang ditunjukkan, tak ada buah.

Bukanlah pohon ara yang salah dan berdosa. Dalam Perjanjian Lama, pohon ara adalah simbol akan orang Yerusalem, dan tindakan mengutuk pohon ara itu adalah simbol penghakiman Allah. Jadi, Yesus bukan marah kepada sebatang pohon, melainkan umat yang tidak berbuah.

Perikop sebelumnya menceritakan orang-orang Yerusalem yang berteriak "Hosana!" kepada Yesus. Namun, perikop sesudahnya mengungkapkan sikap dan perilaku mereka yang mencemarkan Bait Allah (bdk. Mrk. 11:9-10, 17).

Yesus menginginkan agar kita sebagai murid-murid-Nya berbuah. Kekristenan bukan sebatas lip service (perkataan indah) atau penampilan keagamaan yang terlihat agung dan berwibawa. Iman Kristen harus nyata dalam perkataan dan perbuatan. Kita tak cukup hanya berteriak "Hosana", namun perilaku sehari-hari kita bertentangan dengan kehendak Allah seperti mencari untung, menipu, dan memeras.

Hidup kita harus menjadi berkat di gereja maupun di rumah dan tempat kerja. Jika kita sudah dipanggil menjadi umat Tuhan, ikuti dan layanilah Dia dengan tulus dan cara yang benar, bukan di bibir saja.

Marilah kita bertekad untuk membuahkan kemuliaan dan kekudusan Tuhan. Itulah yang patut diusahakan secara terus-menerus dan diperjuangkan tanpa mengenal lelah. [MKD]