Sunday, 7 May 2023

Kekuatan Nyanyian Rohani

Sumber : alkitab.mobi

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : Ulangan 31:14-30
Setahun : 2 Raja-raja 16–17

Kekuatan Nyanyian Rohani
TB: Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya sudah dekat waktunya bahwa engkau akan mati; maka panggillah Yosua dan berdirilah bersama-sama dengan dia dalam Kemah Pertemuan, supaya Aku memberi perintah kepadanya." Lalu pergilah Musa dan Yosua berdiri dalam Kemah Pertemuan. | Ulangan 31:14 (TB)



Allah kita ialah Allah Yang Mahatahu. Ia tahu bahwa suatu saat Israel akan memberontak.

Setelah ditinggalkan oleh Musa, mereka akan terpengaruh oleh penyembahan bangsa lain sehingga mereka akan meninggalkan Tuhan. Akibatnya, Tuhan akan menyembunyikan wajah-Nya dari mereka dan mereka akan mengalami penderitaan (16-18).

Oleh sebab itu, Tuhan memerintahkan Musa untuk menulis sebuah nyanyian dan mengajarkannya kepada orang Israel. Nyanyian ini menjadi pengingat sekaligus saksi bahwa jika suatu saat mereka hidup dalam pembuangan dan penderitaan, itu semua terjadi semata-mata karena mereka meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada allah asing (19-21). Hukuman yang mereka dapatkan adalah akibat dari ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Melalui nyanyian ini, mereka dan anak cucu mereka akan menyadari bahwa sesungguhnya mereka telah berdosa kepada Tuhan.

Melalui peristiwa ini kita melihat bahwa nyanyian rohani bukanlah sekadar pemanis suasana dalam ibadah. Nyanyian rohani adalah sarana pengajaran di dalam kehidupan orang percaya. Nyanyian rohani dapat membawa kita bersyukur dan makin beriman kepada Tuhan dalam berbagai situasi hidup. Nyanyian rohani juga bisa menjadi alat untuk menegur kita dan pengingat bagi kita untuk senantiasa hidup seturut kehendak-Nya.

Bagaimana kita menilai nyanyian rohani dalam ibadah? Apakah kita menganggapnya sebagai bagian yang kurang penting sehingga kita melewatkannya dengan datang terlambat atau melakukan kesibukan lain? Ataukah, kita menganggapnya serius sehingga kita menyanyikan syairnya dengan khusyuk hingga bagian ini selesai?

Mari kita belajar melihat nyanyian rohani sebagai bagian yang penting dalam ibadah, sama seperti pemberitaan firman Tuhan. Kumandangkanlah setiap nyanyian rohani dengan sikap hormat dan hati yang diarahkan kepada Tuhan. Maka, Ia akan memakai nyanyian itu untuk menguatkan kita dalam membangun kehidupan rohani kita. [STG]


Saturday, 6 May 2023

BELUM TUNTAS TERTANGANI

Sumber : renunganharian.net

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : 1 SAMUEL 26
Setahun : 2 Raja-raja 14–15

BELUM TUNTAS TERTANGANI
Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif. (1 Samuel 26:2)

Suatu pagi ada tikus masuk ke rumah. Segera seluruh ruangan disapu agar tikus terusir keluar. Ketika tikus tidak terlihat lagi, kami simpulkan tikus sudah pergi. Tengah malam kakak berteriak kesakitan. Kakinya digigit sesuatu. “Pasti tikus,” katanya. Benar kami lihat tikus lari di depan kami. Rupanya tadi pagi masalah belum tuntas tertangani. Tikus hanya bersembunyi.

Hari itu datang orang Zif kepada Saul di Gibea mengatakan kalau Daud bersembunyi di bukit Hakhila di padang belantara. Maka segera Saul berkemas untuk mengejar Daud. Tuhan menolong Daud. Tuhan membuat Saul dan seluruh tentaranya tertidur nyenyak. Sampai Daud dapat mengambil tombak dan kendi di sebelah kepalanya (ay. 12). Saul berniat melenyapkan hidup Daud, tetapi justru dipermalukan. Justru ia dibiarkan hidup oleh Daud. Ah tunggu, kejadian ini tidak sekali terjadi! Sebelumnya juga Saul dipermalukan saat berniat melenyapkan hidup Daud, tetapi justru ia dibiarkan hidup oleh Daud (lih. 1Sam. 24). Maka menangislah Saul menyesali kesalahannya. Meski demikian, kenyataannya dengki belum sepenuhnya Saul singkirkan dari hatinya. Masalah belum tuntas tertangani. Karena itu, begitu seseorang memberitahukan keberadaan Daud, kembali Saul bergegas mengejarnya.

Sebuah masalah perlu tuntas ditangani. Jika tidak, masalah dapat muncul kembali dan menyusahkan hati. Demikian pula dosa, tidak boleh setengah-setengah ditangani. Jika sudah berkomitmen untuk tidak lagi melakukan sebuah dosa, jangan coba berkompromi. Karena sebuah kompromi dapat Iblis gunakan untuk membuat kita kembali jatuh ke kubangan dosa, dan semakin terperosok ke dalamnya.



APA YANG TIDAK ANDA MUSNAHKAN KETIKA ANDA KUAT AKAN KEMBALI MENYERANG ANDA KETIKA ANDA LEMAH.—Tommy Tenney


Friday, 5 May 2023

Kasih-Nya Menerima dan Mengubahkan

Sumber : alkitab.mobi

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : Ulangan 30
Setahun : 2 Raja-raja 11–13

Kasih-Nya Menerima dan Mengubahkan
TB: "Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau, | Ulangan 30:1 (TB)



Anugerah dan belas kasihan Tuhan selalu nyata dalam kehidupan umat-Nya.

Hal ini terbukti dari janji-Nya kepada Israel bahwa ketika mereka bertobat dan kembali kepada-Nya, Ia akan mengampuni, menerima, dan memulihkan mereka (1-5). Bahkan, Ia akan mengubahkan hati mereka dan memberkati mereka dengan kebaikan yang melimpah (6-10).

Tuhan memperhadapkan mereka kepada dua pilihan, kehidupan atau kematian (15). Jika mereka memilih taat kepada Tuhan, mereka akan menerima kehidupan. Sebaliknya, jika mereka melawan Tuhan, mereka pasti akan menderita dan binasa (16-18).

Pilihan itu tetap berlaku sampai hari ini. Ketika kita mau mendengarkan suara Tuhan dan menaati-Nya, berkat dan kehidupan akan menjadi bagian kita. Sebaliknya, jika kita tidak mau taat kepada Tuhan, kita akan menderita, bahkan binasa. Melalui perjalanan hidup Israel, hendaknya kita senantiasa memilih kehidupan dengan taat kepada Tuhan sepanjang hidup.

Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita jatuh dalam dosa karena keinginan daging kita. Namun, ingatlah bahwa pengampunan Allah tidak pernah habis bagi mereka yang sungguh-sungguh mau kembali kepada-Nya. Hal ini tidak berarti kita boleh terus hidup dalam dosa dan mempermainkan anugerah Allah dengan pertobatan palsu. Sebab, Allah menghukum mereka yang melawan Dia, tetapi penuh belas kasihan kepada mereka yang mengasihi-Nya.

Janji Tuhan adalah "ya" dan "amin" bagi mereka yang mengasihi Dia. Tuhan pasti akan mengampuni kita yang mau bertobat dengan sungguh-sungguh, seburuk apa pun keadaan kita. Ia akan mengampuni dan menerima kita kembali. Ia bahkan akan menolong kita untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kasih dan anugerah-Nya akan menolong kita untuk menjadi manusia baru.

Jadi, jangan lagi kita hidup dalam dosa, tetapi hendaknya kita hidup seturut kehendak-Nya. Kiranya anugerah dan belas kasihan Allah senantiasa mengiringi langkah hidup kita dan menolong kita untuk hidup berkenan kepada-Nya. [STG]


Thursday, 4 May 2023

SERIUSNYA DOSA

Sumber : renunganharian.net

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : KIS. PR. RASUL 5:1–11
Setahun : 2 Raja-raja 9–10

SERIUSNYA DOSA
Tetapi Petrus berkata, “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?” (Kis. Pr. Rasul 5:3)

Saya ingat sewaktu kecil, seorang pemuda aktivis gereja memperlihatkan bekas jahitan besar di daerah dada bagian tengah hingga perut kepada saya. Dia mengalami kecelakaan motor beberapa minggu sebelumnya. Ketika itu dia tidak beribadah di hari Minggu seperti biasanya, namun bepergian bersama temannya. Peristiwa kecelakaan itu membuat banyak jemaat takut menggunakan hari Minggu sebagai hari rekreasi tanpa mendahulukan ibadah.

Pertanyaannya, mengapa saat ini banyak yang tidak beribadah di hari Minggu, namun aman-aman saja. Apakah kecelakaan yang dialami pemuda beberapa tahun lalu itu hanya kebetulan dan tidak ada hubungannya dengan kehadiran di ibadah Minggu? Atau Tuhan pilih kasih? Kita dapat bertanya yang sama ketika membaca bahwa Ananias dan Safira seketika mati waktu mereka hendak menyampaikan persembahan dengan berdusta. Lalu mengapakah banyak orang di masa kini membohongi jemaat dan pemimpin jemaat namun tetap aman? Demikian pula, banyak pemimpin jemaat aman-aman saja setelah membohongi jemaatnya? Lagi pula ada banyak dosa yang lebih besar, tapi sepertinya mereka tetap bisa hidup tenang?

Kematian Ananias dan Safira memperlihatkan bahwa Tuhan sesungguhnya sangat membenci dosa, sekecil apa pun dosa itu menurut kita. Sebaliknya, sekali-kali kita tidak boleh memandang rendah penebusan dosa oleh Kristus dengan pengorbanan-Nya yang sangat besar. Keselamatan kekal itu sangatlah mahal harganya (1Ptr. 1:18–19) sehingga haruslah kita hargai tinggi dengan menjaga kesucian hidup.



MARI KITA HARGAI PENGORBANAN KRISTUS YANG SANGAT MAHAL DENGAN MENJAGA KEKUDUSAN HIDUP KITA


Wednesday, 3 May 2023

Kacang Lupa Kulitnya

Sumber : alkitab.mobi

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : Ulangan 28:47-68
Setahun : 2 Raja-raja 6–8

Kacang Lupa Kulitnya
TB: "Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, | Ulangan 28:47 (TB)



Dalam kemahatahuan-Nya, Allah tahu bahwa akan ada waktunya Israel lebih memilih allah asing dan meninggalkan-Nya. Karena itu, Ia mengingatkan Israel bahwa penghukuman sungguh-sungguh akan terjadi tatkala mereka meninggalkan-Nya.

Saat hal itu terjadi, mereka akan mengalami penderitaan besar berupa pembuangan, perbudakan, dan kekurangan. Bahkan, karena penderitaan yang luar biasa, mereka akhirnya melakukan berbagai macam kejahatan demi bertahan hidup, seperti memakan anaknya sendiri (48-53). Mereka tidak akan mengalami damai sejahtera, terus hidup dalam kekhawatiran, dan direndahkan oleh bangsa lain (65-68). Semua itu terjadi karena mereka tidak mau tunduk kepada Allah, sekalipun mereka telah menerima berkat-Nya (47).

Bagai kacang lupa kulitnya, Israel bisa lupa bagaimana Tuhan telah menyelamatkan mereka dan memberkati mereka selama ini. Mereka lupa bahwa kenyamanan yang mereka nikmati adalah pemeliharaan Tuhan. Mereka berpikir bahwa semua itu adalah hasil usaha mereka, sehingga mereka bertindak sesuka hati, melawan perintah Tuhan, dan meninggalkan-Nya demi allah asing. Karena itu, Tuhan akan menghukum mereka, menindas mereka melalui bangsa-bangsa asing di sekitar mereka, supaya mereka sadar bahwa allah asing tidak dapat menyelamatkan mereka. Hanya Tuhan Allahlah yang hidup dan berkuasa.

Belajar dari pengalaman bangsa Israel, mari kita tidak mengulangi kedegilan dan kebodohan Israel dalam sejarah kelam itu dengan kita tidak meninggalkan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan sudah menyelamatkan kita dari kematian dan menunjukkan pemeliharaan-Nya. Bukankah rasa syukur, pengabdian yang tulus, dan kesetiaanlah yang layak diberikan kepada Dia, Allah yang hidup?

Kiranya setiap kita tidak menjadi seperti kacang yang lupa kulitnya dengan melupakan segala kebaikan Tuhan. Sebaliknya, mari kita menjadi hamba-Nya yang berlaku setia dengan sukacita sebab Ia adalah Allah yang hidup, Pemilik hidup kita dan Penyelamat kita. [STG]


Tuesday, 2 May 2023

KEMAH SEJATI

Sumber : renunganharian.net

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : 2 KORINTUS 5:1–10
Setahun : 2 Raja-raja 4–5

KEMAH SEJATI
Karena kami tahu bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, 

Kemah diartikan sebagai tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yang ujungnya hampir menyentuh tanah, dan terbuat dari kain terpal atau bahan lainnya. Itu hanya tempat tinggal sementara. Mudah dibongkar dan dipindahkan. Memiliki sangat banyak keterbatasan dan ketidaknyamanan dibandingkan sebuah rumah permanen. Kemah ini biasanya digunakan oleh para pengembara, atau korban bencana, juga oleh orang-orang dengan tujuan rekreasi. Namun, mereka tidak pernah berniat untuk selamanya menetap dalam sebuah kemah. Mereka mendambakan tempat tinggal yang lebih baik.

Gambaran inilah yang digunakan Rasul Paulus untuk menggambarkan kehidupan manusia. Tubuh kita ini hanya ibarat kemah. Terbatas. Rentan. Sementara. Dapat mengalami kematian kapan saja. Karenanya kita tidak seharusnya hanya berfokus kepada hal-hal lahiriah, baik pemenuhan kebutuhannya maupun memuaskan keinginannya. Kita juga hendaknya berpikir tentang kemah abadi alias tempat kediaman permanen setelah hidup di dunia ini berakhir. Tempat kediaman itu disediakan oleh Allah sendiri bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Rumah yang kekal. Lengkap. Sempurna. Karena Allah sendiri hadir di sana untuk tinggal bersama kita.

Sekarang kita memang belum bisa membayangkan hal ini sepenuhnya. Kita belum melihatnya, namun kita memercayainya (ay. 7). Keyakinan inilah yang membuat kita dapat menjalani hidup yang berpengharapan. Juga memampukan kita bersikap tabah dan tegar saat berhadapan dengan duka dan berbagai kesukaran. Serta menjadi pendorong agar kita tetap bertekun menjalani hidup sesuai perintah Allah di dunia ini.



HIDUP DI DUNIA TIDAK SEHARUSNYA MEMBUAT KITA MENJALANINYA DENGAN CARA DAN NILAI-NILAI DUNIA, SEBAB DUNIA INI BUKANLAH RUMAH SEJATI KITA


Monday, 1 May 2023

Berkat Tuhan

Sumber : alkitab.mobi

 



RENUNGAN HARIAN
Bacaan : Ulangan 28:1-14
Setahun : 2 Raja-raja 1–3

Berkat Tuhan
TB: "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. | Ulangan 28:1 (TB)



Semua orang pasti senang jika dijanjikan akan menerima pemberian. Demikian juga dengan orang Israel ketika Tuhan menjanjikan berkat-Nya.

Tuhan berjanji akan mengangkat mereka menjadi bangsa yang luar biasa di antara bangsa-bangsa di bumi (1). Bahkan, Tuhan bukan hanya menjanjikan kelimpahan materi, melainkan juga keturunan dan keamanan (4, 7). Namun, semua itu ada syaratnya. Syarat untuk menerima dan menikmati berkat Tuhan adalah taat dan setia melakukan kehendak-Nya.

Tuhan meminta mereka untuk mendengarkan dan melakukan perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Peringatan ini dituliskan secara berulang-ulang di dalam pasal ini, sehingga menunjukkan betapa pentingnya mendengarkan dan menaati perintah Tuhan (1, 2, 9, 13, 14).

Di mata Tuhan, ketaatan merupakan suatu keharusan. Kesetiaan dalam melakukan kehendak-Nya adalah hal yang diminta oleh Tuhan dari umat Tuhan sejak zaman dahulu hingga zaman sekarang.

Mendengarkan dan menaati kehendak-Nya adalah keharusan bagi kita semua yang percaya kepada-Nya. Mengapa? Karena Dia adalah Allah kita, Pemilik hidup kita. Karena itu pula, hal yang terpenting bukanlah berkat, melainkan hubungan yang erat dengan Tuhan, Sang Pemberi berkat.

Lagi pula, berkat Tuhan tidak selalu berupa materi, keamanan, kesuksesan, dan kelancaran hidup. Sebab, kita hidup di dalam dunia yang berdosa, sehingga mau tidak mau kita harus menerima realitas bahwa kita tidak mungkin menghindari yang namanya masalah dan kesulitan hidup. Namun, jika kita taat, Tuhan berjanji bahwa Ia akan selalu hadir bagi kita dan menjaga iman kita, sehingga kita bisa setia mengikut Tuhan sampai akhir hidup yang Dia berikan.

Kiranya peringatan yang Tuhan berikan kepada Israel menjadi peringatan bagi kita hari ini untuk senantiasa taat dan setia melakukan kehendak-Nya. Percayalah bahwa Dia, Sang Sumber berkat itu, akan melimpahkan kasih setia dan berkat-Nya kepada kita dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan. [STG]